



“ICoPoF 2026 menjadi wadah penting untuk mempertemukan peneliti, pembuat kebijakan, praktisi, dan mitra internasional dalam memperkuat kolaborasi yang berkontribusi terhadap kebijakan kependudukan dan pembangunan keluarga berbasis bukti. Menghadapi transisi demografi yang semakin kompleks memerlukan kebijakan yang didasarkan pada bukti ilmiah yang kuat," ujar Prof. Muryanto Amin.




”Kami bangga, kami sangat bangga. Jadi anak-anaknya (mahasiswa USU) to the point, kritis, tapi konstruktif. Kita harus bina mereka. Generasi kita akan datang,” ungkap Amran Sulaiman dalam kuliah umum ini.




"Lulusan terbaik lahir dari program studi yang dikelola dengan baik. Karena itu, Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi merupakan ujung tombak dalam memastikan mutu pendidikan berjalan secara berkelanjutan," ujar Rektor.




B50 — campuran 50% biodiesel sawit (FAME) dan 50% solar fosil yang wajib digunakan mulai 1 Juli 2026 — terbukti aman pada sekitar 80–90% parameter uji teknis meski bukan jaminan mutlak untuk semua mesin, dengan konsekuensi konsumsi BBM yang naik tipis sekitar 1–3% dibanding B40; risiko terbesarnya pun bukan dari B50 itu sendiri, melainkan dari tangki kotor, filter lama, dan minimnya perawatan, sehingga kuncinya tetap pada penggunaan BBM dari jalur resmi serta kebersihan tangki, filter, dan selang yang rutin diperiksa.




Berita Terkini
Video Informatif
Riset Unggulan
Kegiatan Penelitian

Diseminasi PKAK FH USU, Gen Z Sumut Kritis Berdemokrasi
“Sebagai pemilih baru, para Mahasiswa/i harus memiliki pengetahuan ter-update tentang teknis penyelenggaraan Pemilu 2024, sehingga dapat berpartisipasi dalam melakukan pengawasan,” pesan Prof. Mury.
Pengumuman
Diktisaintek Berdampak

Inovasi Jalan Tahan Api dan Benturan Peneliti USU
Riset inovatif yang dipimpin oleh peneliti dari Departemen Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil menciptakan teknologi perkerasan jalan semi-fleksibel baru bernama HRGE (High-Porous Rubberized Asphalt Pavement Grouted with ECC Mortar). Dengan memanfaatkan kombinasi limbah ramah lingkungan berupa karet ban bekas (crumb rubber) dan abu cangkang kelapa sawit, perkerasan komposit tanpa proses pemadatan alat berat ini terbukti memiliki kekuatan mekanis tinggi yang mampu menahan beban kendaraan hingga 24,5 ton hanya dalam waktu 3 hari pasca-pengecoran. Selain unggul dalam fleksibilitas dan ketahanan benturan, lapisan mortar komposit ini sukses berfungsi sebagai perisai panas yang melindungi aspal dari paparan api ekstrem hingga suhu 558,7O celcius, menawarkan solusi durabilitas mutakhir bagi infrastruktur transportasi masa depan.
Kegiatan Pengabdian




















































