Dosen Kimia FMIPA bersama Ikatan Mahasiswa Kimia (IMK) FMIPA USU Raih Dua Medali pada Program Mahasiswa Berdampak 2026

Dosen Kimia FMIPA bersama Ikatan Mahasiswa Kimia (IMK) FMIPA USU Raih Dua Medali pada Program Mahasiswa Berdampak 2026
Diterbitkan oleh
Bambang Riyanto, S.S., M. Si
Diterbitkan pada
Rabu, 08 Juli 2026

Prestasi tersebut diraih melalui program berjudul “Pemulihan Kualitas Air Kolam Ikan Pascabanjir melalui Implementasi Smart Water System Berbasis IoT dalam Program Mahasiswa Berdampak.” Program ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang didukung oleh DRTPM Kemendiktisaintek 2026. Kegiatan ini melibatkan 5 HMJ meliputi Ikatan Mahasiswa Kimia (IMK) sebagai Ketua Mahasiswa Pelaksana, kemudian HIMABIO, FORMILTAN, HIMATIF, PSMKGI USU.
HUMAS USU – Dosen Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara (FMIPA USU), Dr. Muhammad Taufik, S.Si., M.Si., berhasil meraih dua medali pada kegiatan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera Tahun 2026.
Dua penghargaan tersebut masing-masing adalah Medali Perak pada kategori Dampak Pemberdayaan dan Implementasi Teknologi Inovasi Terbaik, serta Medali Perunggu pada kategori Program Mahasiswa Berdampak Terbaik.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Risbang, Dr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng. Penyerahan medali ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi akademisi dan mahasiswa dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam pemulihan pasca-bencana.

Prestasi tersebut diraih melalui program berjudul “Pemulihan Kualitas Air Kolam Ikan Pascabanjir melalui Implementasi Smart Water System Berbasis IoT dalam Program Mahasiswa Berdampak.” Program ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang didukung oleh DRTPM Kemendiktisaintek 2026. Kegiatan ini melibatkan 5 HMJ meliputi Ikatan Mahasiswa Kimia (IMK) sebagai Ketua Mahasiswa Pelaksana, kemudian HIMABIO, FORMILTAN, HIMATIF, PSMKGI USU.
Dalam pelaksanaannya, Dr. Muhammad Taufik bersama tim menerapkan teknologi AQUA-SMART FISH IoT dan FILTRA-KOLAM CARE pada dua mitra sasaran, yaitu Kolam Ikan Pak Bangun dan Kolam Pancing UNCU yang berlokasi di Desa Klambir Lima Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Program ini dilatarbelakangi oleh persoalan yang dihadapi pelaku usaha perikanan pascabanjir, seperti meningkatnya kekeruhan air, rendahnya kadar oksigen terlarut, ketidakstabilan pH air, serta belum tersedianya sistem pemantauan kualitas air secara real-time.
Penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) menjadi salah satu solusi agar masyarakat dapat memantau kondisi air kolam secara lebih cepat, akurat, dan berbasis data. “Melalui sistem ini, kualitas air dapat dipantau secara real-time sehingga mitra tidak lagi hanya mengandalkan pengamatan visual. Data yang diperoleh dapat membantu pengambilan keputusan secara lebih tepat dan terukur," ujarnya.
Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan dampak yang signifikan. Kekeruhan air kolam menurun dari sekitar 70 NTU menjadi 40–45 NTU, kadar oksigen terlarut meningkat dari sekitar 4,0 mg/L menjadi 4,8–5,0 mg/L, serta pH air menjadi lebih stabil pada kisaran 6,8–6,9. Sistem monitoring kualitas air juga telah berjalan secara real-time dengan interval pemantauan sekitar 10 menit.
Pada Kolam Ikan Pak Bangun, produktivitas ikan meningkat dari sekitar 25–30 kilogram per siklus menjadi 50–60 kilogram per siklus. Tingkat kelangsungan hidup ikan juga meningkat dari sekitar 40–50 persen menjadi 70–80 persen. Sementara itu, pada Kolam Pancing UNCU, waktu pemulihan kolam pascabanjir menjadi lebih singkat, dari sekitar 4–5 hari menjadi 2–3 hari, dengan peningkatan jumlah pengunjung sekitar 20–30 persen.

Secara keseluruhan, program ini tidak hanya memberikan manfaat pada aspek lingkungan dan produksi, tetapi juga memperkuat manajemen usaha, pemasaran, serta kapasitas mitra dalam mengelola kolam secara mandiri dan berkelanjutan.
Dr. Muhammad Taufik menyampaikan bahwa raihan dua medali tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi dosen, mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat menghasilkan solusi nyata. Harapannya, teknologi ini dapat terus dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain yang menghadapi persoalan serupa,” katanya.
Capaian ini sekaligus memperkuat peran Universitas Sumatera Utara dalam mendorong pengabdian kepada masyarakat, hilirisasi riset, serta penerapan teknologi tepat guna yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat.