Fakultas Pertanian USU Gelar AEFS 2026

Fakultas Pertanian USU Gelar AEFS 2026
Diterbitkan oleh
Bambang Riyanto, S.S., M. Si
Diterbitkan pada
Rabu, 02 September 2026

“Keunggulan TALENTA yang kedua adalah Agroindustry (Agroindustri). Maksudnya adalah universitas ini memberikan perhatian lebih untuk mengembangkan sektor agroindustri atau agribisnis.” ujarnya.
HUMAS USU - Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) resmi menggelar The 10th International Conference on Agriculture, Environment, and Food Security (AEFS) 2026 pada Rabu (2/9/2026) di Digital Learning Center Building USU.
Mengusung tema “Synergizing Green Economy and Agri-Innovation to Enhance Food Security and Environmental Sustainability”, konferensi ini menyoroti pentingnya sinergi antara inovasi pertanian, ekonomi hijau, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan.
Sejumlah akademisi dari dalam dan luar negri turut hadir sebagai keynote speaker, di antaranya Prof. Kotaro Takayama dari Toyohashi University of Technology, Jepang, Prof. Brijesh Kumar Tiwari dari Irlandia, serta Dr. Sri Fajar Ayu dan Dr. Najiha Ikhwan dari USU.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama USU, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., yang hadir mewakili Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si.

(foto: Amri Simatupang)
Dalam sambutannya, Prof Himsar menyebut agroindustri sebagai salah satu keunggulan kompetitif USU yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan, mendukung ketahanan energi, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Keunggulan TALENTA yang kedua adalah Agroindustry (Agroindustri). Maksudnya adalah universitas ini memberikan perhatian lebih untuk mengembangkan sektor agroindustri atau agribisnis.” ujarnya.
Konsistensi IAFS yang telah berlangsung sejak 2017 juga dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat konferensi internasional di USU.
Sejalan dengan itu, Dekan Fakultas Pertanian USU, Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, S.P., M.Ec., menyampaikan bahwa AEFS 2026 bukan sekadar panggung presentasi riset, melainkan platform akselerasi solusi nyata yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
"Ini sebenarnya adalah sebagai gerbang awal bagaimana kita bisa memahami apa yang telah kita kerjakan sebelumnya, kita share dengan orang-orang, orang juga tahu bagaimana pekerjaan kita, untuk di masa depan kita membina kolaborasi yang lebih kuat.” ungkapnya.
Ketua Panitia AEFS 2026, Prof. Riswanti Sigalingging, STP., M.Si., Ph.D., melaporkan bahwa konferensi tahun ini diikuti peserta dari sekitar 36 universitas dan lembaga di Indonesia, 14 universitas dari luar negeri, serta dua instansi pemerintah.
“Tahun ini kami sangat bangga menyambut peserta dari lingkup nasional maupun internasional. Konferensi kita menghimpun perwakilan dari sekitar 36 universitas dan lembaga di Indonesia, 14 universitas dari luar negeri, serta 2 instansi pemerintah.” ujarnya.
Pembahasan dalam IAFS 2026 turut diarahkan pada sejumlah target SDGs, khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan).
Melalui penyelenggaraan edisi ke-10, Fakultas Pertanian USU berharap IAFS terus berkembang sebagai ruang bertukar gagasan, memperluas jejaring, dan memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan inovasi yang mendukung ketahanan pangan serta masa depan lingkungan yang berkelanjutan.