Magister Ilmu Administrasi Publik Gelar International Summer Course

Magister Ilmu Administrasi Publik Gelar International Summer Course
Diterbitkan oleh
Bambang Riyanto, S.S., M. Si
Diterbitkan pada
Senin, 04 Mei 2026

Magister Ilmu Administrasi Publik Universitas Sumatera Utara (USU) diselenggarakan International Summer Course “Local Leadership for Sustainable Development”. Program ini berkerja sama dengan Konsulat India. Tujuannya sebagai forum pembelajaran, pertukaran gagasan, dan kolaborasi lintas negara untuk memahami peran kepemimpinan lokal dalam transformasi administrasi publik, khususnya dalam tatakelola kebencanaan (disaster resilience governance) sebagai bagian penting dari penguatan ketahanan iklim dan pembangunan berkelanjutan yang inklusif.
Dalam konteks ini, disaster resilience governance dipahami sebagai tata kelola yang memperkuat kapasitas pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengantisipasi, merespons, dan beradaptasi terhadap risiko bencana yang semakin dipengaruhi oleh perubahan iklim.
Dra. Asima Yanty Sylvania Siahaan, MA., Ph.D., Ketua Panitia, menyebutkan bahwa kedepannya diharapkan USU semakin dikenal sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat global khususnya dalam isu kepemimpinan lokal dan disaster resilience governance yg inklusif .Selain memperluas jejaring akademik internasional, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan reputasi, menarik minat mahasiswa internasional untuk melanjutkan studinya.
“Melalui kegiatan ini dapat memperkuat kontribusi USU bagi ilmu pengetahuan, dan kemanusiaan sejalan dengan visi USU sebagai barometer ilmu pengetahuan global,” ujar Dra. Asima pada kegiatan tersebut.
.jpeg)
Program ini menunjukkan bahwa kombinasi antara pembelajaran daring, diskusi akademik, dan field research mampu memperkuat pemahaman peserta terhadap persoalan nyata di tingkat lokal. Dra. Asima, melanjutkan, panitia juga melihat kegiatan ini berhasil membangun jejaring internasional, memperkuat hubungan USU dengan pemerintah daerah, serta membuka peluang tindak lanjut melalui penyusunan policy brief.
“Dapat terus dikembangkan dengan cakupan peserta yang lebih luas, kolaborasi internasional yang lebih kuat, dan kontribusi kebijakan yang semakin nyata bagi daerah,” sampainya.
Jumlah peserta 35 orang dari India, Thailand, Malaysia, Philipine, Nigeria, Indonesia. Nantinya peserta dari berbagai negara akan memperoleh pemahaman teoretis dan empiris melalui kegiatan daring pada 21–24 April 2026, dilanjutkan dengan field trip ke Kabupaten Karo sebagai wilayah rawan bencana dan Kota Medan pada 25–30 April 2026, serta ditutup pada 30 April 2026.