USU Perkuat Kolaborasi Akademik Global Melalui IC-BaFoRA 2026

USU Perkuat Kolaborasi Akademik Global Melalui IC-BaFoRA 2026
Diterbitkan oleh
Bambang Riyanto, S.S., M. Si
Diterbitkan pada
Rabu, 17 Juni 2026

Wakil Rektor USU Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., menyampaikan bahwa bambu merupakan sumber daya yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui riset serta inovasi.
HUMAS USU - Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUI-PT) Bambu Fakultas Kehutanan menyelenggarakan konferensi internasional "The 2nd International Conference on Bamboo, Forestry Resources, and Application (IC-BaFoRA) 2026 pada Kamis (17/06/2026) di Hotel Grandika Medan
Wakil Rektor USU Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., menyampaikan bahwa bambu merupakan sumber daya yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui riset serta inovasi.
“Bambu memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui riset dan inovasi guna mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujar Prof Himsar.
Menurutnya, konferensi ini menjadi wadah strategis untuk mengkaji pemanfaatan bambu secara ilmiah sekaligus mendukung visi USU dalam mewujudkan The Era of Ultimate Excellence melalui penguatan penelitian dan kolaborasi.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kehutanan USU, Prof. Dr. Arida Susilowati, S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa tema konferensi tahun ini, “Forest and Bamboo-Based Innovation for Green Economy and Climate Resilience”, menyoroti pentingnya solusi berkelanjutan dalam menghadapi perubahan iklim dan tantangan lingkungan global.
Ia menambahkan bahwa hutan dan bambu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi, mendukung penyerapan karbon, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan.
“Inovasi berbasis hutan dan bambu menjadi bagian penting dalam mendukung ekonomi hijau dan ketahanan iklim,” kata Prof Arida.

Ketua Komite, Dr. Ir. Samsuri, S.Hut., M.Si., IPM., ASEAN ENG, menyampaikan bahwa konferensi tahun ini menerima 48 artikel ilmiah yang dipresentasikan dalam enam sesi diskusi selama satu hari pelaksanaan.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkait pengelolaan, pemanfaatan, dan konservasi bambu, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi akademik di tingkat nasional maupun internasional.
“Konferensi ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memperluas kolaborasi akademik,” ujar Samsuri.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat budaya akademik melalui diskusi dan pertukaran pengalaman lintas disiplin ilmu di tingkat nasional maupun internasional.