Khasiat Daun Komba Komba, Penghancur Kanker Payudara

Khasiat Daun Komba Komba, Penghancur Kanker Payudara
Diterbitkan oleh
Roni Hikmah Ramadhan, S.S.
Diterbitkan pada
Senin, 15 Juni 2026

Riset inovatif yang dipimpin oleh Muhammad Fauzan Lubis dari Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) sukses membuktikan potensi besar ekstrak daun komba-komba (Timonius flavescens) sebagai agen alami penghancur sel kanker payudara. Menggunakan metode kimia hijau Natural Deep Eutectic Solvent (NADES) berbasis kolin klorida dan glukosa, tim peneliti berhasil memanen senyawa aktif antioksidan fenolik dan flavonoid dengan kadar kemurnian tinggi yang jauh mengungguli metode alkohol konvensional. Pengujian laboratorium membuktikan ekstrak ini efektif mengunci siklus pembelahan sel kanker payudara (MCF-7, T47D, dan 4T1) sekaligus memicu kematian sel terprogram tanpa peradangan, dengan tingkat keamanan organ tubuh yang telah lolos uji toksisitas akut secara sempurna
Kanker payudara masih menjadi salah satu momok kesehatan paling menakutkan di dunia yang menuntut penemuan obat baru yang ampuh namun aman bagi tubuh. Menjawab tantangan besar ini, sebuah terobosan medis berhasil dilahirkan oleh tim peneliti lintas kampus. Mereka berhasil memanfaatkan potensi tersembunyi dari tanaman tradisional bernama komba-komba (Timonius flavescens) sebagai agen penghancur sel kanker payudara.
Studi mutakhir berjudul "The potential of natural deep eutectic solvent in polyphenol extraction of Timonius flavescens (Jacq) Baker as an anti-breast cancer agent and its toxicity evaluation" yang terbit di jurnal internasional Advances in Traditional Medicine membedah penemuan ini. Riset besar ini disusun oleh tim ahli yaitu Muhammad Fauzan Lubis, Retno Murwanti, Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, Sumaiyah Sumaiyah, Nur Aira Juwita, Khairani Fitri, Ana Yulyana, Ririn Astyka, Sri Yuliasmi, Lokot Donna Lubis, dan Wardiyah Daulay.
Sebagai peneliti utama sekaligus penulis korespondensi dalam riset ini, Muhammad Fauzan Lubis memimpin perancangan metode "kimia hijau" yang ramah lingkungan untuk mengambil zat aktif dari daun komba-komba secara maksimal. Jika proses laboratorium biasa masih sering mengandalkan pelarut kimia konvensional seperti alkohol (etanol) yang kurang ramah lingkungan, riset yang dikawal oleh Muhammad Fauzan Lubis ini menggunakan teknologi cairan pintar bernama Natural Deep Eutectic Solvent (NADES).
Cairan ramah lingkungan ini dibuat murni dari kombinasi bahan makanan sederhana: kolin klorida (sejenis nutrisi vitamin B) dan glukosa (gula) yang dicampur air. Menggunakan bantuan komputer lewat sistem Central Composite Design (CCD), Muhammad Fauzan Lubis bersama tim berhasil menemukan formula paling pas untuk mengencerkan cairan pintar ini, yaitu dengan kadar air sekitar 29,5%. Formula buatan Muhammad Fauzan Lubis ini terbukti memecahkan rekor ekstraksi karena mampu menyedot senyawa antioksidan alami (fenolik dan flavonoid) 55% hingga 85% jauh lebih banyak dan lebih murni dibandingkan metode rendaman alkohol tradisional.
Senyawa murni hasil perasan pelarut pintar ini kemudian diuji langsung pada tiga jenis sel kanker payudara, yaitu MCF-7, T47D, dan 4T1. Hasilnya sangat mengagumkan. Ekstrak daun komba-komba ini bekerja layaknya komandan perang yang pintar; ia memotong jalur logistik pembelahan sel kanker dan memaksa sel-sel jahat tersebut untuk melakukan proses "bunuh diri massal" yang terprogram (apoptosis). Melalui pengujian di laboratorium, Muhammad Fauzan Lubis membuktikan bahwa ekstrak ini efektif menurunkan kekuatan hidup sel kanker payudara secara drastis tergantung dosis yang diberikan. Uniknya, cara kerja ekstrak ini sangat aman karena ia mematikan sel kanker lewat proses penuaan dini (mengunci sel di fase G0-G1) sehingga sel kanker mati tanpa pecah. Hal ini sangat penting dalam dunia medis karena kematian sel tanpa pecah tidak akan memicu efek peradangan atau bengkak pada jaringan tubuh yang normal. Senyawa hebat seperti kaempferol, apigenin, dan asam ferulat yang terjaring di dalam ekstrak ini bekerja aktif mematikan sel kanker dari dalam.
Sebuah obat penumpas kanker tidak akan berguna jika ia ikut meracuni organ tubuh yang sehat. Oleh karena itu, Muhammad Fauzan Lubis bersama tim juga melakukan uji keamanan (tingkat toksisitas) yang sangat ketat pada model hewan percobaan selama 14 hari berturut-turut. Hewan-hewan ini diberikan dosis ekstrak dalam jumlah yang sangat besar, mulai dari 2000 mg/kg hingga kekuatan ekstrem 5000 mg/kg berat badan.
Hasil pemantauan menunjukkan kabar yang sangat menggembirakan. Tidak ada satu pun hewan uji yang mengalami kematian, lemas, ataupun diare. Bahkan saat organ jantung dan ginjal mereka dibedah dan diperiksa di bawah mikroskop, seluruh jaringan selnya tampak sangat sehat dan normal tanpa ada cacat atau kerusakan sedikit pun. Komponen darah dan fungsi organ dalam mereka tetap bekerja dengan sempurna. Penemuan ini menjadi fondasi kuat bagi Universitas Sumatera Utara untuk terus melangkah ke uji klinis tingkat lanjut demi menghadirkan suplemen herbal penumpas kanker yang aman, murah, dan asli dari alam Indonesia.
Detail Paper
- Department of Pharmaceutical Biology, Faculty of Pharmacy, Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia
- Department of Pharmacology and Clinical Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta 55281, Indonesi
- Department of Pharmacology, Faculty of Pharmacy, Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia
- Department of Pharmaceutical Technology, Faculty of Pharmacy, Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia
- Faculty of Pharmacy, Institut Sains dan Teknologi Nasional, Jakarta, Indonesia
- Department of Pharmaceutical and Food Analysis, Faculty of Vocational, Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia
- Department of Histology, Faculty of Medicine, Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia